8 Pertanyaan yang Tak Boleh Kamu Lontarkan Kepada Pacarmu

Siapa yang bilang pacaran tersebut gampang? Gak pernah ada garansi hubungan kalian dapat selalu berlangsung tanpa hambatan. Ada saat-saat di mana kalian bakal lebih mementingkan ego setiap dan tak sempat berkompromi, sampai yang tersisa ialah perang mulut di mana kalian bakal saling menyakiti.

Setelah memahami pertanyaan apa aja yang mesti ditanyakan pada pacarmu, kini anda harus tahu bahwa ada pun pertanyaan yang gak boleh anda layangkan pada pacarmu, bahkan pada ketika perang mulut. Demi mengawal perasaannya serta keharmonisan hubungan kalian sendiri.

8 Pertanyaan yang Tak Boleh Kamu Lontarkan Kepada Pacarmu
8 Pertanyaan yang Tak Boleh Kamu Lontarkan Kepada Pacarmu

1.“Apa sih yang salah sama kamu? Kenapa anda selalu kayak gini?”

Mungkin dia pacar yang hendak menunjukkan bila dia perhatian, sampai mengirimimu pesan Whatsapp tiap 9 menit sekali. Dia pun bakal segera menelepon andai kamu gak membalas. Tapi sayangnya anda risih. Bukan merasa diperhatikan, anda merasa diawasi. Akhirnya melayang pertanyaan “Kenapa sih ganggu mulu? Curigaan amat, apa yang gak beres sih sama kamu?”

Mungkin maksudmu ialah benar-benar hendak tahu apa terdapat yang salah dengan dirinya. Namun, pesan yang akan diciduk pacarmu ialah kamu memvonis bahwa terdapat yang salah dengan dirinya. Jelas tersebut menyakitkan guna didengar dari orang yang dipanggilnya pacar.

Daripada menyerang kebiasaannya dengan mengaku apa yang membuatmu kesal, betapa baiknya andai kamu menyatakan apa yang anda suka dan bagaimana perasaanmu bila urusan tersebut dia lakukan. Cobalah guna kreatif dalam merangkai kata supaya apa yang anda mau (dan apa yang gak anda mau) dapat dimengerti oleh pasanganmu.- Info Tips & Trik Vlog Terbaru

“Sayang, anda ngobrol via Whatsapp-nya senja aja ya. Aku tahu anda perhatian, namun aku bakal merasa lebih diacuhkan lagi bila kamu inginkan ngerti kesibukanku.”

Bukankah tersebut terdengar manis?

2.“Gara-gara kamu, sih. Kamu nggak inginkan dengar aku.”

Punya pacar tersebut asik. Tahu apa yang gak asik? Menyalahkan pacar. Meskipun dia menciptakan kekeliruan, menunjuk jari ke arahnya akan membuat suasana nelangsa dan perasaan benci. Ia bakal merasa gak dipercaya, sementara anda sengaja menjauh.

Sifat seseorang yang baru saja disalahkan mati-matian akan berubah. Bisa secara drastis, dapat juga pelan-pelan. Dia dapat berubah sebab terpuruk atau justeru gak enakan sama kamu. Mungkin saja perubahannya positif, namun lebih barangkali lagi perubahan tersebut negatif.

Daripada menyalahkan pacar, usahakan alihkan fokusmu untuk menggali solusi dari permasalahan. Apa yang telah terjadi gak dapat diulang, yang dapat kamu lakukan ialah mengajaknya bersama-sama membetulkan atau menggali jalan keluar supaya akibat dari kekhilafannya dapat jadi minimal. Dengan ini hubungan kalian jadi kian erat — sementara, ingat, menyalahkan dia akan menciptakan dia menjauh.

3.“Kamu kok annoying banget, sih?”

Kok anda gak berterimakasih banget sih?

Kenapa anda pemalas banget, deh?

Kenapa sih anda egois banget?

Kalau anda kesal sama pacar, tidak boleh sekali-kali menyudutkan kepribadiannya. Kepribadian atau karakternyalah yang membuatnya menjadi laksana sekarang. Menyayangi dirinya berarti menghargai jati diri dia pula.

Kalau kamu hendak hubungan kalian berhasil, mulailah berkata tanpa memakai kekerasan verbal. Kuncinya terletak pada keterbukaan, kejujuran, dan kesiapan menerima dengan tulus.

Coba deh tidak boleh begadang terus. Kalau dapat tidur yang cukup, kelak pagi kamu akan lebih berenergi dan dapat ngelakuin tidak sedikit hal.

  1. “Kenapa sih anda gak jajaki jadi lebih baik lagi?”

“Kok anda gak berubah-berubah, sih? Masih gini aja, kenapa anda gak dapat jadi lebih baik?”

Pertanyaan di atas pun adalahsalah satu misal penyerangan terhadap jati diri pacar. Parahnya lagi, anda terindikasi guna menuntutnya berubah total dari siapa dirinya sekarang. Padahal andai kamu sudah bareng dia sekarang, berarti anda harus menerima dia seutuhnya. Tak seharusnya anda menyayangi dia melulu ketika perangainya baik. Harap diingat, anda gak lebih baik dari dia — kalian setara. Kesetaraan itulah asal kesepakatan kalian untuk membina hubungan romantis.

Kamu gak dapat serta-merta mengolah perangai pacarmu, yang dapat kamu lakukan ialah mengutarakan apa yang usahakan dia kerjakan dan ucapkan keuntungannya untuk dirinya dan untuk hubungan kalian. Ekspresikan maksud anda dengan jelas tanpa sikap menyalahkan, kritikan tajam, atau tuntutan. Ketika dia balik bicara padamu, dengar dengan sesama dan terimalah alasannya. Pola komunikasi yang tersingkap dan jujur semacam ini malah akan membawa hubungan anda dan pacar ke arah yang lebih baik.

  1. “Woles dong! Santai dikit apa susahnya, sih?”

Kalau pacar anda lagi gelap mata atau sedang berada pada mode ‘senggol-bacok’, dia gak dapat menenangkan dirinya dengan mudah. Kamu pun gak dapat memerintahnya guna tenang seenaknya karena andai emang terdapat yang membuatnya terganggu tentu dia bakal stress dan tegang, bila gak terdapat udah tentu dia bakal duduk tenang bersamamu. Ada berjuta dalil yang dapat menyebabkan pacar anda kalut (salah satunya anda sendiri) walaupun dengan tenang keadaan akan membaik, memintanya guna tenang saat suasana panas mungkin bukan opsi yang bijak. Bisa-bisa malah anda yang kena batunya.

Untuk masalah yang rumit laksana ini — terutama bila pacarmu kalut — yang dapat kamu kerjakan untuk membantunya tenang ialah mencoba mengetahui bahwa dia sedang terpapar masalah. Cobalah menggali tahu apa masalahnya, bukan memerintahnya guna duduk dan diam seolah dia fauna peliharaan. Ketika dia telah mau tersingkap dengan masalah yang ia hadapi, kamu dapat masuk dan membantunya.

  1. “Kok anda ngomong gitu, sih? Kamu inginkan mutusin aku?”

“Kamu inginkan mutusin aku?” ialah pertanyaan yang gak sepatutnya ditanyakan karena malah mengancam hubungan kalian yang sebelumnya aman-aman aja. Kamu tahu pertanyaan ini gak butuh ditanyakan tetapi masih saja meluncur dari bibirmu. Seringkali anda memandang pertanyaan itu akan membawa kejelasan terhadap hubungan kalian, namun jauh di dalam hati anda tahu bahwa pertanyaan itu akan memanaskan suasana.

Jika anda emang hendak putus, bilang saja terus terang. Jangan memancing keadaan panas sampai dia yang mutusin anda sehingga kamu dapat berlagak menjadi korban. Apabila anda gak hendak hubungan kalian berakhir, anda harus menghapus pertanyaan bernada menakut-nakuti seperti di atas. Ambil masa-masa sejenak sampai suasana panas mereda kemudian tanyakan:

“Apa yang anda rasain sekarang? Apa yang kamu mau dari hubungan kita?”

Jika dia memang hendak putus, dia akan bilang, kok. Kalau ternyata kalian gak putus, sekarang kalian punya kejelasan ke arah mana hubungan ini berjalan.

  1. “Ah, yang bener? Kok aku nggak percaya, ya?”

” Apa anda udah menuliskan yang sejujurnya? Kenapa aku gak yakin, ya?”

Walaupun anda gak bilang langsung laksana itu, pacar anda tahu bila kamu lagi mendakwa dia lagi berbohong. Pertanyaan semacam di atas buat pacar anda segera menjadi defensif. Akibatnya, apapun yang ia ucapkan jadi semakin tersiar seperti kedustaan di telinga kamu.

Dalam hubungan yang posesif dan sarat rasa cemburu, pertanyaan semacam ini akan sering muncul. Padahal teknik mengatasinya lumayan sederhana. Kalau anda percaya sama dia, tutup mulutmu dan tidak boleh mempertanyakan keputusan atau gerak-geriknya. Kalau anda memang sulit percaya sebab dia pernah bohong di masa lalu, tenang aja. Kebohongan gak bakal selamanya dapat dipertahankan. Cepat atau lambat toh anda akan tahu yang sebenarnya.

  1. “Beneran anda mau sama aku? Gak nyesel?”
  2. “Gak nyesel pacaran sama aku?”

Barangkali anda bertanya dengan maksud yang baik. Kamu hendak mendengar keyakinannya ketika berada di sampingmu. Dan yang lebih urgen lagi, kamu hendak merasa yakin bahwa dialah orang yang sekitar ini anda cari.

Memberi dan menerima pujian dari pacar ialah tanda hubungan yang sehat, akan namun masing-masing pribadi harus mempunyai rasa percaya diri yang tinggi guna menghargai diri sendiri. Respek terhadap diri sendiri dan sikap percaya diri tersebut penting guna meyakinkan anda bahwa anda pantas untuknya dan dia layak untukmu.

Daripada masing-masing hari mempertanyakan besarnya cinta si pacar guna dirimu, kenapa bukan anda aja yang tiap hari mengaku betapa cintanya anda pada dia? Menyatakan ” Aku cinta kamu” secara langsung secara teratur tiap hari dan menegaskan bahwa anda selalu tertarik padanya bakal menjadi kunci dari hubungan yang memuaskan.

Pada akhirnya, kompromi ialah kata kuncinya. Kamu mesti tahu keunggulan dan pun kekurangan pasanagnmu dan mengingatkan dirimu, bahwa anda sendiri gak sempurna. Dan yang sangat menantang ialah bagaimana teknik kamu menciptakan dirimu sendiri nyaman — tanpa mesti menuntut dan menyuruh pacar kamu.